Kembali Bertahan



https://m.soundcloud.com/triska-ernita/kembali-bertahan-triska

Saat ku putuskan untuk melupakanmu, hal yang paling berat adalah membuang semua ingatan tentang dirimu. Gambaran wajahmu yang terbingkai di dinding hatiku, dan semua fakta tentangmu yang tercoret sembarang di dinding yang masih tersisa. Aku harus membuang semua perasaanku tentang dirimu, membiasakan diriku untuk tidak memperhatikanmu lagi, menyibukan otakku agar tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan kamu. Aku akan berusaha sebisa ku untuk menjauh darimu yang bahkan sudah menjadi bagian dari diriku. Aku begini bukan karena aku tidak memiliki rasa yang sungguh - sungguh terhadapmu, tapi aku begini karena terlalu lelah untuk terus menunggumu yang bahkan tidak tau aku menunggu. Aku terlalu bingung dengan cara apalagi agar kau bisa melihat semua usahaku. Aku terlalu gila dengan harapan yang bahkan kamu tak pernah sadar telah memberikan harap. Dan karena semua itulah aku begini.

Semua perjuangan pasti ada tantangan, begitu juga saat aku berusaha untuk menyingkirkan perasaan ini. Entah kenapa, hal yang paling membuatku bahagia dulu malah jadi terasa nyeri sekarang. Saat aku tertidur dengan hati yang patah, aku juga akan bermimpi tentang suatu yang buruk. Aku bermimpi dimana aku sedang duduk dan bersandar pada batang pohon, diatas rumput hijau dan ditemani dengan kicauan burung yang merdu. Suara desir angin terdengar, kemudian sayup - sayup suara merdu lainnya muncul, dentingan gitar dengan suara pemainnya yang lembut terdengar semakin jelas. Aku menoleh dan menemukan kau disana dengan gitarmu yang sedang kau mainkan. Senyummu terlihat sama, tatapanmu terlihat nyata, suaramu terdengar jelas, membuat aku kembali berimajinasi tantang apa yang bisa kita lakukan bersama dengan tawa. Sialnya aku terhanyut dalam mimpi buruk itu. Bodohnya aku tersenyum dalam tidur. Aku kembali berada dalam bayangan gila yang jauh dari kenyataan. Tidur dengan hati yang patah, dengan mimpi buruk seperti itu, bangun dari tidur merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan.

Aku kembali dihadapkan oleh kenyataan bahwa semua yang ada dimimpi hanyalah bayangan, fiksi, hayalan, bunga tidur. Semua itu tidak pernah nyata. Dia tidak pernah bernyanyi untuk ku, duduk di samping ku, menatapku, tersenyum ke arahku. Rasanya menangis adalah satu - satunya hal yang aku butuhkan. Banyak orang berkata bahwa menangis takkan merubah kenyataan apa pun. Tapi aku hanyalah manusia biasa, aku bukanlah seorang yang munafik, jika memang menangis tak bisa merubah apapun, setidaknya itu bisa mengurangi kesesakan di hati.

Aku akan menangis sampai aku lelah dan tertidur dengan air mata. Tapi kejadiannya selalu sama saat aku terbangun, aku masih mencintaimu. Aku mencintaimu seperti ini. Bagiku cinta adalah sesuatu yang menyakitkan. Mungkin aku sudah terlalu rusak karena berusaha menahan rasa sakit ini. Aku sudah ketergantungan atas bayangmu yang membawaku sampai ke titik ini. Aku mengikuti bayangmu, bukan dirimu yang sebenarnya. Maka akhirnya, ketika aku sampai dan bayangmu menghilang di tengah gelap, aku sadar bahwa aku sendiri disini.

Itulah mengapa kali ini kunyatakan perasaan ku tanpa lagu apapun. Agar kau juga bisa tau sesepi apa tempatku bertahan sekarang. Sekali lagi, aku masih bertahan.


SHARE

Author

Ahoy, It is me Triska. A college student of English Education Department in University of Singaperbangsa Karawang. I am a-pixie-dust-enthusiast. I love to watch a movie or Korean Drama and also love to write my blog.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar