Sedih Tak Bercela


Entah apa yang kau lakukan. Entah apa yang aku pikirkan. Sebuah rasa yang gila kembali datang menghampiriku. Secara ajaib kau menghapuskannya dari ingatanku. Secara nyata kau membuatku terbebas dari angan tentangnya. Secara istimewa kau memasuki dunia ku. Setiap hal kecil yang kau lakukan menghasilkan perubahan besar dalam diriku. Caramu menatapku sudah cukup membuatku nyaman. Senyummu selalu berhasil mengundangku tersenyum juga. Tanpa harus ku katakan kau juga pasti tau apa yang kurasakan.

Dapatkah aku menggenggam tanganmu? Merasakan kehangatan dalam dekapmu. Dapatkah aku berada disisimu? Menyandarkan kepalaku pada bahumu. Dapatkah kita bertemu setiap hari? Karena aku tidak bisa bertahan dalam kerinduan.

Aku tidak berusaha untuk mendekatimu, tapi bayangmulah yang selalu mengejarku. Dan dengan itu kau membuatku merasakan lagi bagaimana menggemaskannya jatuh cinta. Kau membalut lukaku dan memperbaiki segala yang rusak dihati. Tanpa kau tau semua yang kau lakukan meninggalkan jejak manis disana.

Haruskah aku mengatakan bahwa aku merindukanmu? Haruskah aku mengatakan bahwa aku mencintaimu? Tidakkah kau tau betapa gilanya aku karena ini? Kau yang membangkitkan aku dari keterpurukan tapi kau juga yang kembali meninggalkanku. Ini membuatku semakin gila. Kau mengingatkan aku tentang mimpi burukku lagi. Aku tau semua yang aku punya hanyalah harapan untuk tetap mempertahankan rasa ini. Semua yang aku punya hanya bayangan tentangmu. Semua yang aku miliki hanya imajinasiku bersamamu. Kenyataannya? Kau bahkan tidak pernah benar - benar tersenyum untukku. Kau bahkan tidak pernah benar - benar melihatku. Hanya aku yang tersenyum untukmu. Hanya aku yang melihatmu. Hanya ada aku dan rasa ini. Hanya aku.

Bagaimana pun semesta pasti akan memisahkan kita. Kau mengejarnya dan aku menunggumu kembali. Aku menghargaimu untuk mendekatinya. Aku menghargai setiap kebersamaanmu dengannya. Aku menghargai keberanianmu untuk mendapatkannya. Dan aku menghargai semua yang kau lakukan untuk menyakitiku.


Kita baru akan menyadari kebahagiaan jika kita merasakan sakit. Sama halnya dengan cinta adalah kebahagiaan dan tidak bisa mengungkapkan cinta adalah hal yang menyakitkan. Tapi, apa yang bisa aku lakukan?

Seperti biasa, aku akan kembali ketitik ini. Saat dimana aku akan selalu menyerah tentang cinta. Karena semesta terlalu picik untuk aku kelabui. Cintaku terasa lebih menyakitkan. Semakin aku mencintaimu nantinya, cinta akan terasa lebih menyakitkan. Jadi aku harus berhenti sekarang. Tapi kumohon kali ini saja, untuk yang terakhir, aku ingin mengaku bahwa aku mencintaimu. Untuk yang terakhir kalinya aku menangis karena mu. Aku ingin tertawa bersamamu. Aku ingin kembali berharap. Aku ingin kembali memperhatikanmu dari jauh. Aku ingin kembali mencintaimu secara diam diam. Aku tau aku memang bodoh. Bahkan sebelum mencoba aku sudah gagal. Karena seperti apapun dirimu, dengan segala kebodohanku, aku mengaku dihadapan semesta bahwa aku mencintaimu.
SHARE

Author

Ahoy, It is me Triska. A college student of English Education Department in University of Singaperbangsa Karawang. I am a-pixie-dust-enthusiast. I love to watch a movie or Korean Drama and also love to write my blog.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar